Profile

Direction

Menu Style

Cpanel
 
 
You are here: Home Berita Geliat e-KTP di Kecamatan Larangan Pamekasan
 
 

Geliat e-KTP di Kecamatan Larangan Pamekasan

Email Print

Setelah berkali-kali tertunda, akhirnya Kabupaten Pamekasan menerapkan pelayanan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). Lounching e-KTP dilakukan di Kecamatan Kota Pamekasan mulai Senin (10/10/2011) yang lalu. 

 

Dengan diterapkannya e-KTP, data kependudukan di Kab. Pamekasan sudah tidak bisa di permainkan lagi. Diharapkan masyarakat Pamekasan juga pro aktif untuk memanfaatkan layanan e-KTP ini, sehingga masyarakat tidak hanya membuat KTP saat butuh saja, tetapi betul-betul memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat data kependudukan karena ini sifatnya satu kali kesempatan dan bersifat nasional.

 Pamekasan merupakan satu-satunya kabupaten di Madura yang sudah menerapkan e-KTP dan siap untuk mensukseskan program pemerintah pusat tersebut.

 Menurut salah satu Pokja, Sunairi, Pelaksanaan e-KTP yang berlangsung di Kec. Larangan Kab. Pamekasan berjalan lancar karena warga sangat antusias. Dari 14 Desa yang ada di Kec. Larangan sudah terlaksana 9 Desa. Sekarang sedang proses pembuatan e-KTP Desa yang ke-10.

 Total wajib KTP dari 14 Desa yang ada semua berjumlah 41.359 orang. Setiap hari kami bisa melayani 450 sampai 500 orang, dengan perincian ; dari waktu buka pada jam 07.00 WIB s/d 17.00 WIB kami bisa melayani 350s/d 400 orang. Kemudian pada jam 19.00 WIB s/d 24.00 WIB bisa menyelesaikan sampai 100 orang.

 “ Satu perangkat alat butuh waktu 4 menit dalam melayani 1 orang. Sedangkan di kec. Larangan ini ada 2 perangkat dengan 6 orang operator dan di perkirakan akan selesai secara keseluruhan pada bulan Februari 2012. Semoga tidak ada kendala teknis dan non teknis seperti padamnya lampu listrik yang begitu tiba-tiba, “ ucapnya.

 “ Dari awal pelayanan pembuatan e- KTP sampai per tanggal 25-11-2011, kami sudah melayani sebanyak 16.720 orang atau sekitar 4,4 % dari total jumlah penduduk wajib KTP. Dari 9 Desa yang sudah terlaksana rata-rata selesai sekitar 90 % dikarenakan ada yang meninggal, sekolah keluar wilayah, sakit dan lain-lain   “ tambahnya.