Profile

Direction

Menu Style

Cpanel
 
 
 
 

Sisir Penduduk Belum Rekam e-KTP

Email Print

          Meskipun pada tahun 2014 penduduk harus memiliki e_KTP, ternyata masih jutaan orang belum melakukan perekaman data di kecamatan. Dirjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Irman mengatakan, hingga April 2013 sebanyak 16 juta penduduk di Indonesia belum melakukan perekaman e_KTP dari total 191 juta potensi e_KTP secara nasional. Ia berharap seluruh masyarakat di daerah agar menyelesaikan perekaman e_KTP paling lambat pada bulan Juli 2013, sehingga pada Agustus hingga Oktober pemerintah bisa melakukan pencetakan, dan pada November hingga Desember sudah bisa dibagikan ke penduduk hingga level kecamatan. "Kami juga minta agar seluruh Kepala Daerah membantu menyelesaikan secara cepat, sebab pada 1 Januari 2014 KTP lama sudah tidak berlaku lagi dan tidak diakui dalam transaksi di berbagai unit pelayana, seperti perbankan dan kepolisian," kata Irman.

                Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menuntaskan pendistribusian kartu tanda penduduk (KTP) elektronik hingga 31 Oktober karena pada November 2013 KTP lama sudah tidak berlaku lagi. "Distribusi KTP diharapkan tuntas dan diterima seluruh warga hingga 31 Oktober. Setelah itu KTP lama sudah tidak bisa dipakai lagi dan identitas warga yang baru menggunakan KTP elektronik berwujud fisik," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur Hary Soegiri. Pihaknya mengingatkan kepada warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik segera mendatangi tempat yang menyediakan perekaman, khususnya di kantor kecamatan masing-masing wilayah. Pemerintah, lanjut dia kini bekerja keras mendistribusikan e_KTP ke masyarakat. Dengan dibagikannya kartu tersebut maka warga tidak lagi harus mengambilnya di kecamatan namun petugas dari pemerintah kabupaten/kota setempat langsung menyerahkannya ke RW atau RT setempat. " Jadi warga tidak perlu datang ke kantor kecamatan. Cukup KTP yang sudah jadi itu diambil di RW atau RT-nya. Saya kira itu akan mempercepat pendistribusian e_KTP ke masyarakat," kata mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim tersebut.

           Hary Soegiri mengatakan, bagi warga yang belum memiliki e_KTP hingga 31 Oktober akan rugi sendiri. Sebab, sejak itu semua urusan administrasi baik berhubungan dengan pemerintah, pihak swasta, BUMN/BUMD hingga perbankan harus menggunakan e_KTP karena KTP lama sudah tidak berfungsi lagi. " Jika tidak memiliki e_KTP maka warga akan rugi karena KTP lama tidak bisa dipakai apa-apa. Semisal mengurus sesuatu di kantor pemerintahan harus pakai e_KTP. Bahkan kami sudah memiliki perjanjian dengan Bank Indonesia bahwa urusan di bank menggunakan e-KTP," kata dia. Ia berharap bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP diminta segera membuatnya dan pemerintah pusat telah memperpanjang batas waktu  perekaman e-KTP hingga Juni 2013.